Nanobots adalah robot yang sangat kecil, berukuran lebih kecil dari 1 mikrometer (1-1000 nanometer) sehingga dikatakan lebih kecil dari pada yang dapat dilihat mikroskop. Dahulu, nanobots hanyalah merupakan imajinasi dalam film-film fiksi ilmiah, yang kini berkat kemajuan teknologi modern, menjadi kenyataan. Istilah nanobots kadang-kadang juga dapat digunakan untuk menggambarkan robot besar yang mampu menangani objek-objek berukuran nanometer, atau mampu menciptakan alat-alat yang sangat kecil.
Teori mengenai kegunaan nanobots tidak akan ada habis-habisnya karena ukuran mereka yang sangat kecil akan memungkinkan mereka mengambil bahan baku yang disediakan oleh manusia dan membangun bahan baku tersebut menjadi hampir apa saja, seperti membangun protein, membuat makanan, bahkan membuat nanobots yang lain. Nanobots menjanjikan aplikasi medis yang sangat berguna terutama dalam hal teknologi operasi.
Hal tersebut dimungkinkan karena nanobots mampu berinteraksi dengan mikroba-mikroba atau patogen lain dalam tubuh manusia. Ukuran nanometer, membuat jenis robot ini mampu dimanfaatkan untuk melawan sel kanker atau virus. Mereka juga dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatan internal seseorang secara lebih rinci, sehingga tubuh dapat dipastikan berada dalam kondisi yang optimal.
Microbots termasuk ke dalam kelompok robot mini, sama halnya dengan nanobots. Perbedaan microbots dengan nanobots adalah ukurannya yang lebih besar yaitu <1mm. Para ilmuwan pertama kali berhasil membuat robot mini dengan menggunakan alat yang disebut pengendali micro dan MEMS (miniature mechanical systems on silicon atau sistem mekanikal mini dari silikon) pada dekade terakhir abad ke-20. Pembuatan microbots bertujuan untuk mengeksplorasi suatu lingkungan atau kondisi yang tidak dapat diobservasi dengan mata telanjang oleh manusia, seperti lingkungan di dalam tubuh manusia atau lingkungan suatu komponen komputer.
Satu-satunya hambatan dalam pengoperasian microbots dan nanobots adalah mencari baterai atau sumber daya listrik yang dapat dibuat dalam ukuran mikroskopis atau lebih kecil. Dalam era teknologi modern seperti sekarang, para ilmuwan terus berusaha mencari sumber daya terbaik untuk dapat menjalankan robot-robot mikroskopis ini, mulai dari penggunaan energi cahaya, baterai berkururan 1 mm, hingga penggunaan sel hidup untuk mendorong robot atau menarik energi kimia di sekitar robot untuk kemudian diubah menjadi energi listrik.
Sel yang pernah digunakan adalah sel bakteri Serratia marcescens. Robot mikroskopis memanfaatkan flagella dari S. marcescens sebagai ‘kayuh’ untuk pergerakan robot tersebut. Robot-robot mikroskopis juga dapat memperoleh sumber daya energi dari pergerakan organ di dalam tubuh manusia berupa gerak peristaltik misalnya di dalam usus (jika microbots atau nanobots digunakan untuk operasi).
Sekarang ini, para ilmuwan juga telah berhasil mengembangkan penggunaan koneksi jaringan tanpa kabel (seperti Wi-Fi) untuk mempermudah pengendalian pergerakan robot-robot ini. Dengan demikian robot-robot mini ini semakin mudah digunakan untuk berbagai keperluan yang dibutuhkan manusia.
sumber : http://dokterbedahplastik.com/teknologi-kedokteran/nanobots-dan-microbots/